Nasionalisme Jaman Now

Seinget saya, terakhir upacara yaitu kelas 3 SMA, alias tahun 2002, alias 15 tahun yang lalu. Holaa..lama amet yaa.. Ya pernah sih upacara, itu pun karena acara tertentu, bukan suatu hal rutin yang dilakukan. Artinya apa? Saya sudah lama tidak mendengar lagu-lagu nasional berkumandang, hormat pada bendera 15-30 menitan, pembacaan pembukaan UUD 45 , dan Pancasila. Kalau dulu upacara, sambil diam, mendengar kadang juga mengikuti dalam hati. Lah sekarang, blas?

Mengajarkan anak lagu-lagu nasional saja harus lihat youtube atau google untuk lihat liriknya, hoho… Menyanyikan lagu Indonesia Raya kalau tidak dipandu tampilan di in focus juga kayak ikan berenang, mangap-mangap aja mulutnya. hihi…Parah!

Apa saya saja? Bisa jadi bukan saya saja yang merasa begitu. Ya generasi saya, atau generasi sebelumĀ  saya, atau bahkan generasi bawah juga seperti itu. Miris. Ini masih berbicara kulitnya saja. Masih tentang upacara dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Belum lagi soal mata pelajaran PMP/PPKn, entah kenapa pelajaran itu pada jamannya tidak begitu seksi. Selalu mengantuk, atau ramai sendiri, atau apa sih ini , mbahas apa sih. Hihi… Apa kabar juga PSPB? Hafalnya sekedar agar ulangan tidak jelek. Tahun kapan perang apa, kelahiran pahlawan, dsb. Sekali lagi ini sekedar flash back , dimana pemerintah sudah berupaya membangun nilai-nilai nasionalisme melalui pendidikan pada jaman old.

Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara (Ernest Renan). Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib (Otto Bauer). Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri (Hans Kohn).

Dan now,

Jaman milenial ini, nasionalisme itu kini dipertanyakan. Kalau saja jaman kita dulu semua terasa terkontrol aman nyaman tanpa ada gangguan. Diperparah kekuatan dunia internet, yang semakin memperparah kondisi negara kita saat ini. Kisruhnya politik, benturan antar agama, etnis, pemimpin yang tak amanah. Semua jadi ramai oleh hasad hasut.

Solusinya adalah dengan membangun dan membangkitkan nasionalisme di dalam dada.

Bagaimana caranya?

Tak lain dan tak bukan adalah dengan mengukuhkan 4 Pilar Kebangsaan dalam keseharian, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Apa saja?

#1 Pilar Pancasila

Perlu dikembangkan lagi nilai-nilai luhur yang terkandung didalam Pancasila. Saat ini nilai-nilai luhur Pancasila mulai luntur di keseharian.

#2 Pilar Undang-Undang Dasar 1945

Semua undang-undang yang dibuat merujuk pada UUD 45. Semua cita-cita bangsa termaktub dalam UUD 45, maka seyogyanya kita mendalami dan memaknai kembali

#3 Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Negara kita adalah negara kesatuan. Jadi dengan pemahaman seperti itu , diharapkan tidak tejadi disparitas. Negara Indonesia adalah satu kesatuan dan kedaulatan yang kokoh.

#4 Pilar Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan ini dijadikan acuan, apapun latar belakangnya, budaya, suku, agama tetap Indonesia adalah satu. Menghargai dan saling toleransi terhadap perbedaan adalah dasar dari kerukunan dan persatuan bangsa.

4 pilar inilah yang kini disosialisasikan oleh MPR. Jangan sampai-jangan sampai kehidupan berbangsa dan bernegara kita bisa melupakan 4 pilar ini. Kembali ke empat pilar ini. Murnikan maknanya, dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4 Pilar ini sarat filosofi, berlatar belakang sejarah yang agung. Sehingga sejatinya, kedepannya perlu dilestarikan, guna Indonesia yang lebih baik. 4 Pilar ini pulalah yang kini gencar disosialisasikan ke banyak kalangan. Seperti pada Sabtu lalu 4 November 2017, bertempat di Surabaya, di hotel Fairfield, Netizen berkesempatan ngobrol bareng dengan Bapak Maruf Cahyono, Sekjend MPR RI.

4 pilar kebangsaan MPR

Bahwa netizen punya andil. Netizen memiliki peran penting dalam dunia maya. Karena netizen adalah aktor dunia maya, penyebar konten-konten yang berseliweran di internet dalam hal ini medsos. Mari bersatu memberi kontribusi kebaikan untuk negri ini. No share hoax atau yang mengandung kebencian. Mari sebarkan nilai-nilai yang menumbuhkan dan mengobarkan semangat nasionalisme. Karena saat ini, negeri kita butuh itu.

Saya menyebutnya,

Nasionalisme jaman now

4 pilar kebangsaan