Penipuan Bukan? Tapi Serem Ah

Postingan kali ini adalah pengalaman “serem” saya dan suami ketika meluangkan waktu untuk apalah acara itu. Kronologisnya, sore itu suami di telpon+wazap bilang ada acara undangan Jamuan Makan Malam sambil memperkenalkan sebuah unit resort yang baru . Oh ya, maaf sebelumnya pada postingan ini saya tidak menyebutkan nama perusahaan ataupun nama resortnya. Secara saya takut kena undang2 ITE lah ya, kita cari aman saja. Hokaai?? Penampakkan undangan yang dikirim suami saya.

undangan

Kembali ke wazap suami, akhirnya kami meng-arrange jadwal. Karena pada undangan ini mewajibkan yang datang adalah suami istri. Sebenernya saya agak lelah karena beberapa malam saya begadang dan sorenya saya ada rapat, tapi okelah… Acara jam 7 malam , suami dengan ngebutnya sudah dirumah jam 6.

Ohya, pas baca undangan yang di wazap suami, sebenernya saya juga pernah ditawari  hal sejenis hanya saja saya abaikan. Kali ini, saya niat kan untuk sekedar ingin tahu. Promosi gencar banget, emang jualan apa sih?

Tak lama kemudian, sampailah kami di hotel yang di maksud. Oya, saya bawa Kara. Di akhir cerita keputusan saya membawa Kara ini sangat bermanfaat sekali.

Pas kami naik lift hotel , yang di undangan tertulis Lantai 4, suami bilang ada feeling gak enak. Karena umumnya, tidak ada hotel menggunakan lantai 4. Dan benar, akhirnya kami keluar lift, karena kami tidak menemui lantai 4 yang kami maksud. Kami pun ke sekuriti dan menanyakan gedung yang dimaksud yang ternyata gedung di sebelah hotel yang kami datangi.

Memasuki gedung tempat undangan, rasa was-was menghantui saya. Ini kok gedungnya sepi amat. berhenti di Lantai 4, setelah celinguk sana sini, kami mendapati sebuah ruangan full musik, kami pun masuk. Terdapat mbak cantik yang mengurus kedatangan. Lagi-lagi saya merasa tidak enak, karena mbaknya minta lihat KTP dan kartu ATM. Udah gitu si mbak nya dingin. Yang urus administrasi reservasi adalah suami. Sementara saya celinguk melihat suasana ruangan yang ramai penuh orang.

Dan ketika suami sudah di sebelah saya, dia berguman “Wah di prospek nih”

Yess…

Baiklah kita sudah disini, ikuti saja.

.

Masuk ke ruangan dan duduk di meja bundar, sang marketing dengan sok akrabnya berbasa basi menyapa kami. Rasanya risih, baru kenal tanya-tanya soal pribadi. Berapa anak, asal, kerja dimana, dll. Dalam hati, ini apa sih. Ndaang….

Nah mungkin karena ekspresi saya tampak tidak nyaman, sang marketing mengingatkan kalau mau melanjutkan, hubungan kedua belah pihak harus enak.

Dalam hati, ya wislah terserah…

Kemudian sang marketing pertama di ganti (mungkin juga males sama saya) digantilah marketing kedua. karena si mas dari madura, kami mulai akrab bercanda. Sampai siapalah itu datang.

“Permisi bapak ibu. Kami mengundang bapak ibu untuk hadir, makanya kami kalau menyapa pak dan bu, bukan ibu saja. Saya melihat ibu tidak nyaman ya? Sepertinya sudah mengantuk dan butuh bantal aja ya bu?” katanya sok ramah *apa sih lo

“ini kan ada cctv, kalau kami membuat tamu merasa tidak nyaman nanti kami di tegur. Ini cctv nya terhubung dengan Jakarta. Saya ndak mau nanti kami di tegur karena membuat tamu tidak nyaman. Terlebih ibu bawa anak ya. Padahal anak tidak kami perkenankan ikut”

Sebenernya, saya pengen banget bilang, iya nih saya mau pulang, kok geje sih dari tadi nanya basa basi terus.

Akhirnya siapalah itu undur diri. Saya tahu kehadirannya memberikan saya sign. Dan yang saya terima itu seperti tekanan secara psikologis.

Lanjut si mas marketing cerita-crita, *ini apa sih* , tak lama ada lagi lah ibu siapalah itu. Mungkin manager atau semacam koordinatr atau bos lah. Di saat yang sama Kara pun mulai rewel.

“Maaf ya bapak ibu karena ada anak yang sedang rewel , kami tidak bisa lanjut presentasi. (Dalam hati, ngalor ngidukl tadi bukan presentasi toh?. kami akan menjadwalkan kembali. tolong ditulis saja di lembaran ini anak rewel, presentasi tidak dapat dilanjutkan. Yess, Itu adalah usiran halus untuk kami, dan kami senang banget, finally.

Kami pun pulang. Tertawa bisa pulang cepat. Sekaligus tanda tanya, Mereka itu siapa, jualan apa. Dan merutuki kesialan kami menghabiskan waktu saja.

Akhirnya berselancar lah saya mencari informasi tentang perusahaan yang mengundang saya. Saya mengantongi nama perusahaan dan beberapa jaringan hotelnya. Jadi lumayan banyak refrensi di google.

  1. Mereka adalah perusahaan liburan yang menawarkan sistm keanggotaan utuk kebutuhan liburan dalam jangka panjang
  2. Mereka menawarkan member untuk mendapat fasilitas
  3. Untuk menjadi member harus mmbayar puluhan juta rupiah selama 10-25 tahun mendatang
  4. SOP dan kronologi yang mendapat undangan kurang lebih sama
  5. Sudah eksis lama
  6. Hadir di kota2 besar: surabaya, jakarta, bali, medan

Kronologinya pun mirip dengan yang saya alami. Via telepon-undangan-pas registrasi diminta tunjuk ktp dan kartu kredit-presentasi-bagi-bagi voucher.

Saya memang tidak mengikuti presentasi, tapi karena kronologinya mirip, sehingga bisa saya jadikan acuan saja. Jadi dalam presentasi tersebut akan ditawari investasi wisata, yang katanya jatuhnya lebih murah meskipun fasilitas yang ditawarkan mewah.

Beberapa hal yang saya catat dari yang komplain:

  • membernya ada yang menutup investasi di tengah jalan dan uang tidak kembali
  • saya lihat review hotelnya (di agoda) bilang hotel tidak terawat
  • ada klausul yang tidak jelas
  • cara berjualan yang tidak menyenangkan

Sedangkan yang dari testimoni yang bagus sih bilang:

  • baik-baik saja
  • menguntungkan
  • hitungan masuk akal
  • voucher bisa dipakai

Dalam hal ini saya tidak mau men -judge ya, karena saya dalam posisi tidak mendapat informasi banyak tentang produknya, dan juga saya belum menjadi member, jadi tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah penipuan atau bukan.

Namun dari beberapa yang saya baca, dan pengalaman bertemu dengan orang perusahaan itu (marketing, manager), menjadikan saya waspada dan mengambil banyak pelajaran. Berikut catatan saya:

Ini bukan jamuan makan malam dan pameran!

Tidak sesuai dengan agenda dalam undangan: jamuan makan malam dan pameran unit baru. Bahwa ketika Anda masuk, maka Anda dihadapkan seorang marketing yang akan menanya2i anda dengan (sok) akrab. Yang kami sebut : mrospek. Ini jelas di luar ekspektasi kami, yang istilah jawa nya: cegek. Kalau memang begitu ceritanya, dari awal JELAS kami tolak, apapun iming2nya. Bah!

Apa masalahnya membawa anak?

Mereka keberatan dengan anak yang saya bawa. Katanya akan bosan dan mengganggu presentasi. *memangnya presentasi selama apa dan sebosan apa. Masalah lo dimana? rewel juga gue kok yang urusin.

Tampang ngantuk, diam saja adalah DOSA BESAR

Ya, saya memang diam dan biasa aja. Padahal si marketing udah ngakrab. Gini loh, kita ini orang yang kaget banget, kenapa ga sesuai yang di undangan: jamuan dan pameran, bukan face to face semeja. Terus orang asing nanya2 tentang profil keluarga kami. Oh common, cepet deh mau lu apah…

Akhirnya marketing 1 undur, ganti markting lainnya. Karena bawaannya juga capek, dan topik utama gak dibahas. Ini apa sih? Marketing yang kayaknya level atas gitu, semacam sok akrab dan negur kalau gue-lagi-lagi gue dibilang ngantuk. Katanya, kalau kami membuat tidak nyaman, kasihan juga marketingnya buang waktu. Disini banyak cctv, kami bisa mengetahui orang yang menikmati percakapan dan tidak.

Sampai akhirnya, adalah manager cewek dateng

Karena anak saya merengek. Thx Kara! kataya kapan2 lagi saja diundang. Suami disuruh tanda tangan di  form dan menulis alasan, anak merengek.

Seneng sih bisa pulang cepet

Investasi yang jelas ajalah bray!

Jujur, baru kali ini tau yang namanya investasi wisata. Yang bayar sekian jeti per bulan untuk menikmati fasilitas mewah. Se kaya2nya saya kelak, mikir juga mah kalau mau invest. Invest lah buat hal yang produktif. Properti kah bisnis! Lagian namanya liburan mah hari ini gampang aja dah, tinggal pesen online aja kan ya. Ndak usah pake dp-dp segala. Gak usah terikat dengan ke anggotaan apapun. Ga tau lagi kalo orang lain. Saya sih big no-no.

Menabung untuk wisata?

Ah, mending buat naik haji aja deh. hihi… Mau murmer atau gimana, prinsip liburan adalah sesuai budget. Gak harus mewah, yg gimana2, kita mah cuss aja kalau mau liburan. Singkatnya juga, kita gak punyak uang buat jadi member. Mau apa lo!haha… *masih banyak prioritas lainlah.

Bisa sih nabung buat wisata, tapi ya suka2 aja (bukan wajib). Gak harus nyetor sekian per bulannya dengan jangka waktu tahunan. Uhuk!

Hari gini gratis? Kode Mesti Curiga

Gratis voucher 3 hari 2 malam tanpa di undi. Serius? Hari ini gratis? Wah curiga dong. Pipis aja bayar kok, hehe

Bad News nya…

Nama perusahaannya masuk postingan viral di FB. Yess, dia masuk dalam list ini.

*Dimohon Hati-Hati*

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi 262 penawaran investasi yang terindikasi bodong.

Berikut daftar :
“Investasi Bodong”
yang dirilis OJK :

ojkojk1

Sumber lain:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/11/10/095051726/Ini.Daftar.262.Investasi.Bodong.yang.Dirilis.OJK

 

Harusnya…

Sejak si marketing nyindir saya keliatan malas, harusnya bisa di cut aja. Mas, sampeyan ngundang saya untuk apa toh? Dari tadi nanya hal2 remeh. Kami datang tidak untuk mengeluarkan uang. Titik. Harusnya berani bilang tidak, berani bilang STOP di awal bila sudah tidak sesuai dengan agenda undangan. Jadi ga buang waktu juga

.

Penutup

Ya sudahlah cukup jadi pengalaman yang tidak mengenakkan buat saya. Dan oh ya ampuun, susah amet cari uang yak?sampai segitunyak…

.

Diundang lagi mau? Ogahhh…

Mau ambil vouchernya aja? Ogaah juga

Buat yang dapat undangan, hati-hati saja. Kalau mau datang mah monggo, mau jadi member kah terserah. Gak datang juga gak masalah. Saya hanya menceritakan pengalaman yang saya nilai tak mengenakkan ini. Sekali lagi hati-hati. Telisik lebih jauh dan pikir dengan tenang bila memutuskan akan mengeluarkan uang.

Diam-diam saya bersyukur atas keputusan2 saya hari itu

-bersyukur saya datang rapat, sehingga saya capek-terlihat tidak bersemangat

-bersyukur bawa Kara

-bersyukur ketemuannya sebentar, tidak menghabiskan waktu saya

-bersyukur saya penasaran dan googling tentang perusahaan itu

-bersyukur Allah melindungi kami

-dan tentunya, saya bersyukur bisa menuliskannya di blog ini.

Alhamdulillah

 hettyoktaviana-com