Persiapan Menjelang Ramadhan

MasyaAllah sebentar lagi sudah akan memasuki Bulan Ramadhan. Bagaimana kamu menyambutnya?

Apakah biasa-biasa saja?

Ya gitu deh,

Jangan,

Karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Bulan yang luar biasa. Masuk dalam Rukun Islam. Bulan diturunnya Al Quran. Dan bulan dimana Allah mencurahkan kasih sayangnya yang lebih ketimbang bulan lainnya.

Setelah setahun berlumur dosa, maka di bulan inilah Allah mengampuni dosa-dosa kita selama di bulan ini kita patuh dan makin mendekatkan diri.

ramadhan

Untuk itu dalam menyambutnya, butuh persiapan. Apa saja persiapannya

Warming up di Bulan Syaban

Memasuki bulan Sya’ban, Rasul SAW meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah puasa, qiyamul lail, zikir dan amal salehnya. Peningkatan tersebut dikarenakan semakin dekatnya bulan Ramadhan yang akan menjadi puncak aktifitas kesalehan dan spiritualitas seorang Muslim.

Jika biasanya dalam sebulan Rasul SAW berpuasa rata-rata 11 hari, maka di bulan Sya’ban ini beliau berpuasa hampir sebulan penuh. Dikisahkan oleh Aisyah RA bahwasanya, “Rasulullah banyak berpuasa (di bulan Sya’ban) sehingga kita mengatakan, beliau tidak pernah berbuka dan aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa (di luar Ramadhan) melebihi Sya’ban.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam riwayat Usama bin Zayed RA dikatakan, “Aku bertanya kepada Rasul, ‘Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Sya’ban?’ Beliau menjawab, ‘Sya’ban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan tersebut amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah SWT dan aku menyukai pada saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa’.” (HR. An-Nasa’i).

Berdoa Panjang Umur Agar Sampai Pada Ramadhan Tahun Ini
Berdoalah agar Allah SWT memanjangkan usia kita sehingga bisa menyampaikan umur kita kepada bulan yang mulia ini dalam kondisi sehat wal ‘afiat. Sehingga ia bisa mengisi Ramadhan dengan puasa, qiyam, zikir, tilawah, dan amal-amal shaleh lainnya dengan maksimal.  Ini juga dilakukan oleh sahabat nabi bahkan sejak enam bulan sebelum Ramadhan.

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif: 264).

Menguatkan Niat, perbarui Taubat

Saatnya meluruskan niat agar amalan pada bulan suci nanti demi mendapatkan Ridho Allah SWT. Dengan niat yang benar dan ikhlas karena mengharap ridho Allah maka insya Allah puasa kita akan berkualitas. Berdoa bersungguh-sungguh niatkan agar Ramadhan kali ini lebih baik dibanding tahun yang lalu. Berpikirlah bahwa barangkali ini Ramadhan terakhir kita. Maka perlu kesungguhan yang amat sangat.

Membuat List dan Target

Buatlah list amalan-amalan yang perlu disertakan menemani berpuasa di Bulan Ramadhan. Antara lain:

  • Perbaiki shalat. Lakukan di awal, tambahkan sunnah
  • Menyegerakan Berbuka Puasa
  • Melaksanakan Makan Sahur
  • Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
  • Hafalan Surat
  • Memberikan Makanan Berbuka Puasa
  • Berdakwah, meskipun hanya share di WA
  • Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
  • I’tikaf
  • Lailatul Qadar
  • Umrah
  • Bertaubat
  • Zakat Fitrah
  • infak , sedekah
  • taklim
  • banyak dzikir, pagi-petang

Dibuat terget harian misal, melakukan berapa kali sehari. Dengan membuat target, membantu mengukur ibadah apa saja yang sudah kita lakukan mana yang perlu ditingkatkan dan sebagainya.

Amalan-amalan tersebut juga sudah mulai digiatkan sebelum Ramadhan tiba, agar sudah terbiasa.

Membiasakan Berakhlak baik

Amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran)

Bermaaf-maafan

Jagalah hati orang-orang disekitar. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah menilik pada malam nishfu (pertengahan) Sya’ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang cekcok/permusuhan terhadap saudaranya.” (HR. Ibnu Majah dan dihassankan oleh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1144 dan Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1016)

Jadi kita memasuki Ramadhan sudah dengan hati yang bersih.
.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh kegigihan, kesungguhan, bangun malam, melakukan kebaikan, banyak ibadah, mengingat Allah, menjauhi maksiat.

Ramadhan adalah karunia.

Karunia usia, karena kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan.

Karunia pahala, karena Ramadhan adalah bulan dilipatgandakan pahala oleh Allah. MasyaAllah.

Pada bulan ini Allah memberikan banyak keberkahan dan keutamaan dibanding bulan lainnya. Karenanya, bertekadlah untuk menjadi sebaik-baik hamba. Lakukan ibadah terbaik. Kalau selama ini agak-agak mbleyot, maka harus diperbaiki.

Jangan sia-siakan kehadiran Ramadhan. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja tanpa arti. Kelak tabungan di Bulan Ramadhan akan menjadi bekal di hisab nanti.

Jangan pula Ramadhan ini di ribetin urusan dunia. Ribet jualan, ribet acara-acara bukber, nonton tv dan sebagainya. Menyepi dan bersujud itu lebih baik. Menikmati kenimatan indahnya ibadah. Meluruhkan dosa selama setahun. Ya Allah.

Bagaimana?

Sudah siap? HARUS SIAP!!!

persiapan ramadhan