Pray, Work, Passion

Halo pembaca semua,

Lama ya tak bersua, hihi…

Kali ini saya mau membahas slogan saya. Masih baru soalnya. Masih baru nemu, maksudnya. Dan saya suka slogan ini,

Pray, Work, Passion.

Gimana?

Terdengar bagaimanakah?

Ini sih ikut-ikutan kayak film eat, pray, love ya, hihi…

Emang iya sih. Cuma beda visi aja.

Kenapa sih harus pakai slogan-slogan segala?

Ya ibarat sebuah produk, kan harus ada merk nya

Ibarat sebuah buku, harus ada judulnya

Begitu pula maksud saya dengan membuat slogan ala-ala ini.

Makin kesini, makin mengerucut, saya ini maunya gimana. Banyak!

Tapi banyak kan pada akhirnya harus konvergen . Dan kabar baiknya, saya mulai menemukannya.

maka, saya memilih pray,work, dan passion.

.

Pray

Karena hakikat hidup adalah ibadah.

Semua tak berlangsung

Semua tak terjadi

Semua tak ada nyawanya

bila hati ini tidak senantiasa mengingat, mengimani Nya

Semua yang terjadi adalah rencanaNya

Dan saya sendiri dalam tahap belajar. Masih haus. Masih harus perbaikan sana sini.

Saya juga dalam proses hijrah. Saya berniat menjadi lebih baik lagi ketimbang hetty di masa silam. BIla Anda lihat hetty yang dulu, pasti beda banget dengan hetty yang sekarang. Alhamdulillah sangat, saya masih dikasih kesempatan hijrah. Masih dikasih waktu Allah untuk berubah. Atas dasar itu, saya tak mau menyia-nyiakan hidup saya untuk menjadi-belajar lebih baik. Karena dulu mikir agama ya gitu itu. Standar. Flat.

Tapi kini, makin mempelajari, makin banyak yang harus dipelajari. So kerdil banget. Dan apalah saya tanpa Allah!!

Banyak drama hidup yang saya lewati.

Banyak air mata yang terurai

banyak pedih yang saya alami

Saya juga mengalami pahit

Saya juga mengalami gagal

Saya juga mengalami buntu

Yang seandainya saya tidak kenal Allah, entah apa jadinya saya. Karena sebaik tempat mengadu, bergantung, berharapnya adalah hanyalah Allah .

Saya disadarkan untuk syukur, neriman, dan terus mendekatkan diri.

Jadi, beribadah lebih baik kepada Allah semata untuk kebutuhan saya. Untuk kesehatan jiwa dan raga saya.

Itu juga yang selalu menjadi bagian dari solusi saya kepada teman-teman yang curhat kepada saya.

libatkanlah Allah!

Bila masih saja sesak,

maka ada salah dari cara ibadahmu!

Segera introspeksi dan bertaubat lah

Agar Allah ridho padamu.

Tak ada masalah diluar kuasa kita.

.

Work

Yess, saat ini sebagian besar hidup saya juga isinya adalah kerja. Work! Baik dunia planner maupun bisnis saya terkait website. Sehari-hari itulah yang saya kerjakan. Glek

Saya ditakdirkan untuk membantu suami saya. Saya digariskan bukan menjadi istri yang kipas2 di rumah saja. Duduk manis cantik, masak dan mengasuh anak suami saja. Kalau saya, semua paralel, hehe. Multitasking dosis tinggi. Saya terima ketetapan Allah. Maka jadilah saya yang seperti sekarang. Saya mengusahakan segala kemampuan yang saya miliki. Saya mengasahnya terus dan Alhamdulillah istiqomah sampai sekarang.

Di bidang planner sudah sejak 2011, dibidang website sudah sejak 2014.

Dan kedua bidang tersebut sedang hot-hotnya. Saya begitu menyukai mengerjakan. Dan secara finansial sangat menopang kehidupan materi saya dan keluarga.

Yang saya sadari, perempuan itu harus memegang uang. hihi.. Dengan uang dia happy banget. Bukan matre ya, tapi ini manusiawi banget. Perempuan juga mesti punya dunia. Untuk menyalurkan eksistensi-kemampuan diri. Terlebih di jaman now, ilmu yang kita miliki-dan segala apa yang kita usahakan sebisa mungkin adalah untuk kemaslahatan-untuk umat. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat. Ambilah kesempatan itu. Berupayalah dengan apa yang dimiliki (baca: ilmu-keterampilan).

.

Passion

Dan, apalah semua yang saya lakukan itu kalau bukan karena passion. Kebutuhan hidup jelas iya. Tapi kalau bukan passion saya mungkin masih terus mencari platform seorang hetty yang sesuai, hehe. Hetty yang masih bingung mau ngapain. Basic saya menulis, suka dengan hal-hal berbau ketemu orang (meskipun aslinya pemalu), merancang, berkreativitas. Dan itulah yang kini lekat dengan dunia saya saat ini.

Menemukan passion itu bukan waktu yang singkat. Passion itu dibangun dari sejak kecil. Seperti saya, sudah menulis sejak SD tergabung di buletin sekolah kelas 4 SD. Sampai SMA dan kulaih saya terus ikut kompetisi, sekedar mengasah kemampuan menulis saya. Sampai akhirnya saya saat ini tidak jauh dari dunia menulis. Passion juga melewati jatuh bangun, pasang surut. Namun meskipun sulit, kembalinya kesana lagi. Itulah yang saya maknai tentang passion.

.

Ini adalah catatan saya di hari pertama di bulan milad saya. Holaa, ternyata saya sudah 34 tahun. Betapa waktu cepat berlalu. I’m getting old. I’m getting tuir.

Tapi jangan salah. Meski saya sudah setua itu, saya masih pede-pede aja kok. Karena kalo gak kenal saya, orang baru, pasti nyangkanya saya masih single..hehe..Loh iya loh..bukan saya mengada-ada, kata orang beneran. dan gak cuma satu yang bilang *halah dipertegas.

“Loh sudah nikah toh?”

“Loh anak dua toh?”

“Kok kayak masih 20an?”

“Kok kayak anak gadis?”

“Kirain masih kuliah”

Begitulah kira2.

Dan saya cuma mesem2 saja. *wah berhasil dong krim nya, xixi

Haha…tolong itu yang protes atau mengingkari fakta diatas, langsung komen dibawah aja, xixi

.

So, Point dari tulisan ini,

adalah…

ketika kamu menyadari usiamu bertambah

Maka renungkan lagi

bagaiman konsep hidupmu.

Apakah kamu orang yang seperti itu?

Atau malah belum memiliki konsep?

Think.

Resapi.

Evaluasi

Hidup itu terdiri dari waktu yang terus bergerak

Manfaatkan secara fokus, waktu yang tak banyak ini.

Apapun tulisan ini, hanya sekedar catatan saya.

Catatan perjalanan yang sudah saya lewati

Menjadi pengingat saya suatu saat nanti.

.

Bahwa saya pernah menuliskan sebuah keinginan

untuk dikenal sebagai sosok yang

penuh hati2-haus(pray)

pekerja keras-berjuang (work)

dan dari hati (passion)

InsyaAllah saya mengusahakan sekuat tenaga saya.

,

Dan semoga,

saya, Anda

dimudahkan jalannya menggapai slogan yang telah dibuat.