Seandainya Saya Bisa

Ya , seandainya saya bisa

Ibu Rumah Tangga, dengan 2 bocil, kerja profesional di rumah, tanpa ART. Bisa kebayang betapa repotnya saya?

Kerja profesional apa? Saya mengerjakan proyek tata ruang, mengerjakan website2 klien, mengerjakan sosial media. Saya sangat menjunjung integritas saya agar klien puas dengan pekerjaan saya. Jadi harus dikerjakan sepenuh hati.

Disaat yang sama, saya harus mengurus 2 bocil makan, minum, mandi, belajar, latihan. Memastikan kebutuhannya terpenuhi. Memastikan mereka tidak saling menyakiti dan tidak ada tangis yang terdengar.

Dan disaat yang sama harus mengerjakan pekerjaan domestik, agar rumah enak nyaman. Dan saya belum juga ketemu dengan ART. Fiuhh..

Penuh!

Itulah gambaran fisik dan psikologis saya

Bila ada waktu luang pun, saya lebih memilih ke kajian , untuk ingat dosa2

Ataupun ada luang sedikit, saya gunakan untuk rapat organisasi

Yess, begitulah

Waktu saya sangat fungsional

dan serius!

.

Dulu waktu sebelum menikah,

saya rasa akan melakukan hal-hal asyik dengan suami.

Nyatanya, kami segera di beri keturunan

Kemudian kami sibuk dengan bocil

Sibuk dengan menata kehidupan

membangun kehidupan yang layak

dan akhirnya semakin padat

untuk sesuatu yang sifatnya keharusan agar sesuai koridor.

.

Begitulah,

Jadi bila ada pameo yang bilang istri butuh piknik,

menurut saya iyes banget

Saya ngacung yang pertama.

Kadang berpikir,

Bisakah saya sejenak terbang dari rutinitas

Bisakah saya melakukan hal asyik sendiri

Bisakah saya gak serempong ini?

Kadang ada-lah bisikan lirih dihati saya

Si Mbak itu enak banget ya

Suami kaya, pakai ART, hidup cuma urus anak dan kajian ke kajian

Hiks.

Dah aku mah apa tuh

Sibuk agar semua tertata dengan baik.

Kadang saya juga berpikir,

apa pas Allah kasih pembagian takdir saya ga dateng ya jadi ga bisa request

Seandainya bisa,

saya mau request ini dan itu standar kebahagiaan saya tanpa cela

Sayangnya, tidak bisa.

Saya terima jadi, kemudian saya dilempar ke bumi

dan Terimalah Het!

Nasibmu berubah kalau kamu berusaha

Aku pasti akan menolongmu!

Baiklahh, ujar saya dengan tertunduk

.

Bismillah saja *mata berkilat2

Baiklah saya jalani hidup ini dengan tabah, sabar

Kurang lebihnya, ya inilah hidup , hidup saya

Saya tak bisa lagi memilih kecuali dengan berusaha, di bold ya USAHA

Dan akhirnya hidup yang saya jalani adalah tentang

usaha dan usaha

Sehingga lupa tentang keasyikan  diri saya sendiri

ruang untuk saya

Glekk..

.

Makanya saya selalu bilang,

ingin mendapat pekerjaan di luar kota kalau perlu diluar pulau

Bagi saya ,

ingin sekali seandainya saya bisa terbang

selfie sendirian di tempat asyik

bergaya ibu sukses, lady boses, nenteng tasa branded

heels 15cm

make up kekinian

lengkap dengan kacamata hitamnya

.

Tapi nyatanya juga,

ketika saya sudah keluar kota

Ternyata saya langsung kangen bocil

Kepikiran mereka..huhu

Itu artinya,

memang hati saya ini di rumah.

cocoknya habitatnya di rumah (eits, bukan berarti menolak kerjaan luar kota loh ya)

dan artinya lagi,

saya akan kembali dalam kehidupan super rempong

Ya sudahlah

.

Saya bisa apa?

Seandainya saya bisa,

Seandainya saya bisa…

-kalaupun tidak bisa semoga saya bisa berdamai dengan bahagia

Yess, bahagia dengan ketidaksempurnaan

Bahagia dengan

puing-puing lirih

puisi-puisi usang

dan lagu-lagu bernada false

.

terima saja terima

*Tetap tersenyum