Ujian adalah Kado DariNya

Dear all,

Assalamualaikum wr wb

Pada saat menulis postingan ini, banyak kejadian di sekitar saya yang menjadi latar belakang penulisannya. Semuanya berkeliaran dan terasa penuh di kepala saya. Sehingga hati, pikiran, perasaan ikutan nyesek. Dari situ saya kemudian bercermin dan mencoba memaknai. Saya mencoba menulis agar bisa lebih jernih. Saya mencoba menulis untuk bisa berkaca terhadap rencana-rencana Allah yang gaib untuk umatnya.

Ya Allah , begitu banyak cerita yang engkau ciptakan

Tentu kau punya alasan. tentu kau memiliki rencana setelah ini.

MasyaAllah.

Engkaulah sebaik-baiknya sutradara.

via GIPHY

Ekonomi

“Suami gak kerja”

Sudah beberapa bulan ini mbak, suamiku tidak berpenghasilan. Sehari-hari hanya di rumah. Jadinya marah terus. Mau daftar ojek online, motornya ga lolos syarat. Jadi saya yang pontang panting kerja. Saya juga yang cari utangan. Untuk hidup sehari-hari jadi sulit.

“Bersimbah Hutang”

Bisnisku bangkrut. Perhitunganku salah. Akibatnya, aku harus menggadaikan surat rumah, dan membayar cicilan tiap bulannya. Terpenjara untuk membayar hutang bertahun-tahun. Semua pendapatan hanya untuk membayar hutang. Semua aset habis. Tidak ada yang tersisa lagi.

“Masih berada di riba”

Ingin sekali keluar dari sini, tapi aku masih gak bisa. Keinginan sudah ada tapi masih ragu untuk melangkah. Ada kewajiban yang harus di tunaikan. Waktuku sudah habis dari pagi sampai malam, bagaimana memulainya. Sedang kebutuhan hidup terus ada dan gak mau tahu. Seandainya ini mudah, tentu sudah lama aku tinggalkan.

Keluarga

“Selisih paham”

Ada masalah dengan saudara. Dari pola pikir dan cara pandang begitu berbeda. Sehingga jalan hidup yang dipilih membuat selisih dan sensitif. Tidak ada lagi kehangatan sebagai sedia kala. Bahkan memutus silaturahmi atau menjadi malas membahasnya.

“Hubungan yang tidak harmonis”

Ada hal-hal yang aku gak cocok mbak sama mertua. Mertuaku begini dan begitu. Salah sedikit bisa masalah, dan sebagainya

Anak

“Belum memiliki anak”

Sudah bertahun-tahun mbak belum juga di karuniai Allah. Sudah sangat ingin sekali. Sudah melakukan ini dan itu, kesana dan kemari, tapi masih saja belum Allah beri. Sudah bertahun menunggu belum juga ada hasil

“Anak berkebutuhan khusus”

Saya harus banyak sabar Het. Di titipi anak special. Saya mengurangi aktivitas untuk memberikan waktu yang lebih banyak kepadanya. Pontang panting mengantar latihan kepada ahlinya. Belum lagi biaya yang tidak sedikit.

Pasangan

“KDRT”

Ini lebam yang kudapat sore kemarin Mbak. Coba mbak, perempuan diperlakukan seperti itu apa dia gak mikir akibatnya. Beraninya dengan makhluk yang lemah. Dimana rasa kasih sayangnya. Dia yang harusnya menjadi pelindung malah menempatkanku seperti musuhnya.

“Khianat”

Sebagai perempuan menjadi merasa tidak berharga dan tidak dihormati. Hatinya sudah tidak menyebut namaku sebagai satu-satunya orang yang ia cinta. Kebohongan adalah makanan sehari-hari. Sudah tidak bisa dipercaya dari setiap kalimat yang keluar dari mulutnya

“Posesif”

Aku bahkan tidak boleh bergaul dengan teman lama, kalau tidak ingin membuatnya marah besar. Setiap jam menelpon. Dilarang me time. Dilarang sosmed. Hidupku hanya rumah dan anak. Wazap juga harus diam-diam. Setiap ada yang menelpon di tunggu, dan didengar.

Kesehatan

“Berkawan dengan sakit”

Memiliki penyakit menahun. Harus terapi dan berobat kesana kemari. Tidak bisa melakukan aktivitas normal. Keuangan habis untuk kesembuhan. Terpenjara oleh rasa sakit yang seolah tak bertepi.

.

Fragmen diatas adalah sebagian cuplikan cerita yang saya dapat, yang saya tulis dengan gaya tulisan saya agar dramatis. Untuk kawan yang pernah bercerita kepada saya, saya ucapkan terimakasih. Trimakasih telah mempercayakan saya sebagai pendengar. Mungkin kalau berbicara langsung saya lebih cenderung diam (mungkin ikutan shock) tidak banyak memberi solusi atau pandangan. Ataupun kalau memberi pandangan juga kadang langsung blak2an, ya saya minta maaf. Makanya saya menulis saja, hehe..insyaAllah lebih anggun dalam penyampaian.

Kembali tentang fragmen diatas, diluar sana tentu masih banyak cerita. Setiap manusia memiliki cerita masing-masing dengan ujiannya. Jadi kalau melihat orang yang tampak “sempurna”, belum tentu ia tidak mengalami ujian juga. Yang pernah saya baca, type ujian itu ada 2.

  1. Bila orang baik, maka itu tambahan untuk pahala
  2. Bila orang yang lalai, maka ujian adalah peringatan untuk diri agar dosa berkurang

Bahwa ujian itu PASTI

Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan harta benda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (dengan ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: “Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah). ( Al-Baqarah: 214)

Dears,

Setelah hujan ada pelangi. Jadi, bila saat ini sedang menghadapi ujian, percayalah semua itu akan berlalu seiring waktu. Badai akan berlalu. Setelah deadline akan ada bayaran #ehh

Tapi Allah Maha Baik. Meskipun Allah memberi ujian, Allah juga tidak membebani hambaNya di luar kemampuan hambaNya,

Allah TIDAK MEMBEBANI SESEORANG MELAINKAN SESUAI DENGAN KESANGGUPANNYA . Ketika nikmat(ujian) Allah datang menghampiri kita. beruntunglah bagi seorang Muslim itu, jika diberi ujian ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur

(QS. Al-Baqarah: 286)

Jadi kalau merasa ujian begitu berat, aslinya Allah itu tahu kemampuan kita. Kita bisa mengatasi, kita bisa bangkit. Kalau kata iklan, lampaui batasmu. Allah saja percaya, masa kita ga percaya pada kemampuan diri kita sendiri sih.

Artinya apa?

Allah minta kita harus bisa berbuat lebih. Berbuat sebanyak-banyaknya. Mengupayakan sekuat diri kita. Kita bisa melewati, karenanya kita harus usaha, harus ada effort.

Dears,

Jangan berlarut dalam kesedihan. Setiap manusia di beri Allah ujian untuk membuktikan ketaqwaannya. Selalu ada solusi untuk setiap masalah. Berikhtiar dan terus berdoa. Pantaskan dirimu. Selanjutnya tawakall. Ikhlas dengan segala keputusan Allah. Turunkan ego mu, turunkan hati dan nalar. Biarlah Allah yang membimbing untuk menunjukkan jalan.

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? (QS. Al-Ankabut: 2)

Dears,

Kita tidak sendiri. Ujian adalah bentuk rasa sayangNya. Tanda ia sedang memperhatikan kita. Setiap ujian selalu ada maknanya. Lihatlah dari dua sisi. Coba bandingkan dengan orang sekeliling kita. Coba lihat kembali nikmat yang engkau dapatkan. Itu akan menjadikan dirimu bisa menerima dan berdamai dengan keadaan. Allah tidak akan melepaskan kita sendiri. Ada Allah disamping kita. Sebaik-baik pertolongan adalah Allah.

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah:216)

***

Memang disaat kusut dan amarah, atau sedih yang tak tertahan, semuanya menjadi gelap

Bahkan marah pada Allah…

Begitulah sifat manusia.

Lalu bagaimana?

SABAR-Bersabarlah.

Kewajiban kita adalah bersabar dan bersabar. Ganjaran bersabar sangat luar biasa. Ingatlah janji Allah,

Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).

(QS. Az Zumar: 10).

Al Auza’i mengatakan bahwa  ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar pahala bagi mereka tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga.(Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/89, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.)

Makna asal dari sabar adalah “menahan”. Secara syar’i, pengertian sabar sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim,

Sabar adalah menahan diri dari menggerutu, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari menampar pipi, merobek-robek baju dan perbuatan tidak sabar selain keduanya.”(Iddatush Shobirin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 7, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut.) Jadi, sabar meliputi menahan hati, lisan dan anggota badan.

SABAR LAGI,

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung

(Al-Imran ayat 200)

 

SABAR TERUS

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’

(Al-Baqarah ayat 45)

***

Teruntuk pribadi-pribadi yang tengah di uji, saya doakan agar ujiannya segera diangkat. Pun belum, semoga menjadi penggugur dosa-dosa di masa lalu. Semoga dengan ujian ini menjadikan derajat keimanan kita bertambah. Menjadi pribadi yang lebih mengingat lagi, menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tetap berkeyakinan, tetap optimis. Sesungguhnya janji Allah itu pasti. Allah tidak tidur dengan apa-apa yang telah kita usahakan, upayakan sekuat hati, jiwa, raga.

Dan,

Bahwa ujian, adalah kado dariNya.

.

Sumber:

https://rumaysho.com/678-seseorang-akan-mendapat-ujian-sebanding-kualitas-imannya.html

http://muslim.or.id/21839-manusia-dan-ujian.html

https://muslimah.or.id/1830-boleh-jadi-kamu-membenci-sesuatu-padahal-ia-amat-baik-bagimu.html

Nb:

Teman2 yang punya cerita dan ingin berbagi cerita, bisa hubungi saya

InsyaAllah saya bantu menuliskannya.

Harapannya agar bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Ujian Adalah Kado DariNya